Skip to main content

Dear....SARS COV-2

 

 


Hello December. Today is my 14 days of isolation after I tested positive for COVID-19 by PCR test. I think I have been infected for more than 14 days, because I got fever, malaise, muscle pain, headache, abnormal voice changes (hoarseness) about 3 weeks ago.

Honestly,  I scared about covid-19, and it seems that everyone feels the same way. Then I felt guilty and was so sad when I knew that Sars Cov-2 had infected my Nayla too. I blamed my self, Sars-Cov-2 can easily spread because my younger child had close contact with me. I worry about my Nayla although she had mild symptoms.

During hospitalized for about 3 days, I think that there was no reason for me to feel worry. I believed in Allah SWT, I have family, friends who can support of me. It was important to remind myself that I was not alone. Then, being patient gave me control in all situations where i felt i had little or no control. Other than that,  i knew that panic attact can decrease our immune system. It would be bad to fight the viruses.  Me and my nayla had a mild symptoms that could be self-treated in isolation at home.

This time i am just reminding to all of you about keep protect your health, get enough sleep,  eat healthy, focused on hand washing, coughing etiquette, wearing a mask , physical distance and staying home if feeling unwell. The most important of which are prayer/“Dua”, and also remember that only Allah gives life and takes it back.

#Pandemic #pandemi #Covid #SarsCov2 #Socialdistancing #mask






 

 

Comments

Most Popular Posts

Catatan Rindu Sang Pejuang

Catatan rindu sang pejuang kala langkahnya mulai terhenti Dalam setiap perenungan….lelah menjelajah jauh tak bertepi Saat tak ada kekuatan merangkum suatu bentuk narasi Biarkan hati membentuk corak penuh arti Seperti saat pertemuan...dalam alam imajinasi Tanpa celah menuju masa yang amat dinanti Sedangkan mimpi apakah akan datang lagi? Ya, Biarkan mimpi itu datang kembali... ****

Kita Dalam Sebuah Perjalanan

          Ibarat sebuah perjalanan, selain tahu kemana hendak menuju. Selalu ada mata yang menatap lebih tajam dalam melintasi pandangan dihadapan. Ada lengan untuk menapik penghalang, ada langkah yang kadang gontai namun kadang gagah dan mampu berlari mengejar impian. Ada hati yang berdebar kala tak ada petunjuk arah. Hati yang selalu tersentuh kala berjumpa dengan seseorang yang membutuhkan uluran tangan kita. Hati yang merindu kala meninggalkan orang-orang yang dicinta dan tanah yang biasa dipijak. Ada airmata haru dan bahagia menyatu. Semua hal itu akan membuat percepatan maupun perlambatan dalam sebuah perjalanan, dan terangkum penuh makna. Yaa.. Begitulah, sepanjang jalan selalu ada perjumpaan dan perpisahan. Terkadang dalam diam, kita mempelajari satu persatu insan, lalu kita serap banyak pesan. Sudahkah kita menyadari, bahwa  ti dak ada yang sia-sia ketika uluran tangan kita membuat seseorang sumringah, walaupun akan...

HANEDA

Setiba di bandara Haneda, Yuki bergegas menyalakan hp nya, tak sabar untuk memberi kabar sukacita kepada Kato bahwa dirinya selamat sampai tujuan, tanah kelahirannya, Jepang. Tak perlu waktu lama untuk menyadari, bahwa ternyata tak ada lagi akses komunikasi ke Kato. Seketika... dejavu... Yuki mengetahui apa yang telah terjadi. Perpisahan yang dimaksud itu adalah saat ini. Walau rasanya kecupan dikening saat Kato melepas dirinya di bandara soeta masih dalam hitungan menit. Terbenam dalam lamunan, "mungkin banyak kesalahanku, hingga kebahagiaan yang kurasa selama bersamanya hanya pantas sesaat, atau ketidaksanggupannya berhubungan jarak jauh dan menungguku..." tutur Yuki dalam hati. Haneda pagi itu lapang, tak selapang hatinya...."ijinkan aku kembali atau membawamu kesini, mungkin saat ini hanya daun maple warna warni yang berguguran, tapi suatu saat nanti sakura bermekaran"               ...