Skip to main content

SENJA BULAN SEPTEMBER

                                                                                 


 
Satu hari kita akan pergi meninggalkan dunia ini. Meninggalkan semua yang kita miliki di dunia, meninggalkan segala memori yang mengusik, meninggalkan amal yang kita punya?  tentu saja (kalau ada). Lalu pertanyaannya, seberapa banyak amal yang terkumpul?. Malulah kita untuk menakar amal dalam ukuran kuantitas, apalagi kualitas. Ternyata amal-amal kita hanya receh-recehan.

Suatu senja di bulan September, mengingatkanku tentang takaran amal diri. Bahwa ternyata kemaksiatan diri akan mengikis segala amal. Termenung untuk menyadari hari kembali adalah keniscayaan. Masihkah ada waktu? 
 
 
Setidaknya, senyuman itu masih ada.

Comments

Most Popular Posts

Tangisan Haru Kamis Pagi

Pagi hari, kamis tanggal 7 Desember 2023, Nayla anakku, mynayla (anak bungsuku berusia 14 tahun) berhasil menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juz. Aktivitasku di rumah pagi itu terhenti seketika, saat mendapat kabar dari ustazah bahwa anakku berhasil menjadi hafidzah penghafal 30 juz. Alhamdulillah nak, berlinangan air mata, mengharu biru, ingin sekali aku memelukmu, namun belum waktunya bertemu, hanya melihat rekaman videomu saat ujian hafalan terakhir. Nak, aku tahu betapa susah payah, lelah kau menghafal ayat demi ayat, menahan kantukmu, mengurangi jatah mainmu, mengering tenggorokanmu, diantara sela-sela aktivitas sekolah mu dll, hingga jumlah huruf-huruf dalam Al-Qur'an sebanyak 1.027.000 huruf, 6.236 ayat, 114 surah, 30 juz mampu kau hafalkan. Bayangkan saja nak, keberkahan pahala ketika satu huruf diganjar dengan satu kebaikan kemudian dilipatgandakan lagi menjadi 10 kebaikan dari Allah SWT, tidak ada suatu ibadah lain yang poin pahalanya dihitung per huruf melainkan hanya Al-...

HANEDA

Setiba di bandara Haneda, Yuki bergegas menyalakan hp nya, tak sabar untuk memberi kabar sukacita kepada Kato bahwa dirinya selamat sampai tujuan, tanah kelahirannya, Jepang. Tak perlu waktu lama untuk menyadari, bahwa ternyata tak ada lagi akses komunikasi ke Kato. Seketika... dejavu... Yuki mengetahui apa yang telah terjadi. Perpisahan yang dimaksud itu adalah saat ini. Walau rasanya kecupan dikening saat Kato melepas dirinya di bandara soeta masih dalam hitungan menit. Terbenam dalam lamunan, "mungkin banyak kesalahanku, hingga kebahagiaan yang kurasa selama bersamanya hanya pantas sesaat, atau ketidaksanggupannya berhubungan jarak jauh dan menungguku..." tutur Yuki dalam hati. Haneda pagi itu lapang, tak selapang hatinya...."ijinkan aku kembali atau membawamu kesini, mungkin saat ini hanya daun maple warna warni yang berguguran, tapi suatu saat nanti sakura bermekaran"               ...

Catatan Rindu Sang Pejuang

Catatan rindu sang pejuang kala langkahnya mulai terhenti Dalam setiap perenungan….lelah menjelajah jauh tak bertepi Saat tak ada kekuatan merangkum suatu bentuk narasi Biarkan hati membentuk corak penuh arti Seperti saat pertemuan...dalam alam imajinasi Tanpa celah menuju masa yang amat dinanti Sedangkan mimpi apakah akan datang lagi? Ya, Biarkan mimpi itu datang kembali... ****